menantikan Tuhan

Menantikan Tuhan Sekuat Rajawali

Menunggu Tuhan Sekuat Rajawali
Yesaya 40:31

Menantikan Tuhan Sekuat Rajawali
Menantikan Tuhan Sekuat Rajawali

Apa yang anda pikirkan ketika kita diharuskan untuk Menantikan Tuhan Sekuat Rajawali? Kita sudah merasa lesu ketika mendengar kata menunggu bukan? Bagaimanakah seseorang yang menantikan suatu hal yang tidak pasti? Biasanya akan sangat melelahkan dan lebih sering berputus asa. Bisakah anda membayangkan ketika anda sedang dalam situasi dimana anda membutuhkan kendaraan untuk pulang dari suatu tempat dan waktu sudah terlalu malam, anda menanti-nantikan sesuatu yang dapat mengubah situasi anda saat itu. Anda mungkin sangat berharap ada taksi atau mungkin teman sekantor yang lewat. Dalam menunggu hal itu, semakin lama anda akan merasa semakin cemas atau khawatir.

Pernahkah Anda Menunggu Seseorang?

Namun, pernahkah anda menunggu seseorang yang kehadirannya sangat dirindukan, dan ketika orang yang kita rindukan itu akan datang? Pasti kita akan merasa sangat senang walaupun masih sedikit lama lagi harus menunggu. Seseorang yang sedang merindu itu tidak akan mempedulikan seberapa lama ia akan menunggu. Saudara-saudara, memang wajar jika kita merasa tak berdaya dalam hal menunggu sesuatu yang tidak pasti dan merasa lelah. Hal yang mungkin juga membuat kita akan merasa letih lesu dan ditindih oleh beban diri sendiri. Dengan demikian ada dua hal yaitu: Ada orang yang menunggu dan mengharapkan sesuatu yang membawa sukacita akan semangat. Lalu ada pula orang yang menantikan waktu dengan cemas dan rasa tidak pasti, yang membuat orang kadang sulit untuk berpikir jernih dan berserah diri.

BACA ARTKEL LAINNYA :  Buletin Diakonos September 2023

Sanggupkah Saudara-Saudara Menantikan

Saudara-saudara yang terkasih, kita adalah manusia lemah yang sangat membutuhkan kasih karunia Tuhan dalam setiap aspek hidup kita. Sanggupkah saudara-saudara menantikan suatu hal dalam dunia ini yang tidak pasti tanpa pengandalan diri terhadap Tuhan? Memang benar kita harus mengusahakan segala sesuatu, akan tetapi jika hanya mengandalkan usaha sendiri hasilnya akan terlihat sia-sia. Dalam menjalankannnya, menantikan suatu hal di dunia ini sering sekali membuat seseorang tersandung dan menjadikan beban yang tumpang-tindih. Sekalipun kita dalam pelayanan, jika hanya berorientasi pada apa yang bisa mereka andalkan pada kemampuan diri sendiri, itu hanyalah perilaku yang bodoh. Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan, baik dalam aspek duniawi seperti pekerjaan dan lainnnya maupun dalam kehidupan pelayanan akan menyadari apa yang menjadi kewajiban mereka. Mereka yang penuh dengan iman akan terus berserah kepada Tuhan. Mereka akan membiarkan dirinya untuk pembimbingan.

Allah Bekerja Dengan Tidak Mengecewakan

Bahkan hal yang paling indah adalah ketika kita mengalami bagaimana Allah bekerja dengan tidak mengecewakan umatnya dalam hal apapun. Justru dalam menantikan Tuhan, seorang yang percaya akan mendapat kekuatan baru. Mereka yang bekerja tidak akan lesu, mereka meraih sesuatu tanpa putus asa, dan bahkan menghasilkan sesuatu yang berasal dari sukacita. Memang dalam hal apapun termasuk pelayanan, pasti pernah merasa kehabisan akal dan lemah, namun dari situlah seorang juga akan bangkit, mengingat apa yang akan mereka capai dalam Tuhan Yesus. Mereka akan mendapatkan kekuatan dalam pergumulan mereka untuk melawan sesuatu yang bisa menghalangi mereka. Orang itu akan tahu bahwa dia akan berjalan dengan kekuatan dari Allah untuk tujuan yang baik, dan dengan kuat menjalankan setiap pelayanan seperti rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Percayalah dengan kasih karunia yang ilahi, kita akan mengatasi dunia.

BACA ARTKEL LAINNYA :  Buletin Diakonos November 2021

Kita Berjalan Dengan Sukacita

Dengan demikian menanti-nantikan Tuhan, kita berlari mengejar perintah-perintah Tuhan. Kita berjalan dengan sukacita dan terus beriman akan pertolongan Tuhan. Saudara-saudari akan merasakan ketika berusaha dengan tekun, maka bukanlah rasa lelah atau lesu, tetapi akan semakin sukacita dalam melakukan pekerjaan. Percayalah bahwa saudara yang menantikan Tuhan dengan percaya semakin hari akan menemukan kejutan-kejutan dari jalan Tuhan. Yaitu jalan yang sudah dikendalikan-Nya. Tanpa beban karena kesalahan atau beban karena belum tahu apa yang akan terjadi. Karena Tuhan memberi kekuatan seperti rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya.

Sari Indah Rahayu

Oleh: Sari Indah Rahayu

Baca Juga : Ibadah Hari Raya Minggu Pagi

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *