Membangun Persahabatan Dalam Kasih

Membentuk Persahabatan Dalam Kasih

Kasih adalah sikap menerima sesama dengan rasa memiliki dan menyanyangi serta bagaimana memberikan yang terbaik bagi segala sesuatu diluar dirinya. Hal ini bisa kita serahkan kepada Allah dan kepada sesama. Kasih akan timbul apabila seseorang dengan sesamanya, telah menjalin sebuah hubungan yang saling melengkapi dan menerima berbagai perbedaan yang dimiliki. Membangun persahabatan berdasarkan kasih merupakan sebuah konsep kebenaran bahwa kasih adalah dasar dari segala sesuatu pada bumi ini.

Membangun Persahabatan Dalam Kasih
Membangun Persahabatan Dalam Kasih

Kasih Itu Indah

Membangun persahabatan berarti membina sebuah pemahaman bahwa dalam segala tindakan dan perbuatan kita jangan sampai menjadi sebuah kendala bagi diri kita maupun dengan sesama. Sahabat tidaklah terlihat sebagai pelarian, atau tumpuan semata, dan bahkan bukan juga menjadi sumber solusi semua masalah kita. Namun, dalam persahabatan, kita menyalurkan serta menerima kasih yang tidaklah terdapat tuntutan di dalamnya. Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu. Kita tidak bisa menghindari kehadirannya waktu dan berpengaruh penting dalam bagaimana kita menjalaninya. Sebuah persahabatan tidaklah menunjukkan kasih yang pasif yang artinya bersikap menunggu, akan tetapi dalam sebuah persahabatan terdapat kasih yang aktif setiap waktu dan selalu senantiasa menjadi saluran kasih yang utama.

BACA ARTKEL LAINNYA :  Buletin Diakonos Juni 2022

Kasih Itu Sempurna

Dalam sebuah jalinan persahabatan kita seumpama berjalan di atas semen basah. Semakin kita menapak jauh melewatinya, semakin kita sulit bergerak, dan setelahnya pasti akan meninggalkan bekas. Bekas inilah yang menjadi dampak dari sebuah persahabatan. Baik buruknya dampak itu tergantung bagaimana kita meninggalkan kesan akan hubungan tersebut. Dalam sebuah persahabatan perlunya kita menyadari bahwa dasar dari sebuah persahabatan adalah kasih Allah, yang mana Allah merupakan sahabat sejati, yang artinya kekal dan selama-lamanya. Membangun persahabatan bukanlah puas mencapai titik tertentu, yang mana kita akan berhenti dan bosan. Tetapi jika kita membangun hubungan persahabatan yang mana prosesnya membutuhkan waktu yang tidak singkat dan dijalankan secara terus menerus, maka akan terkonsep sebuah kesan bagaimana perjuangan sebenarnya dalam sebuah persahabatan itu.

Kasih Itu Murah Hati

Hubungan persahabatan bukanlah sebuah ajang menunjukkan keegoisan akan melainkan sebuah sarana pengendalian keegoisan. Dalam hubungan persahabatan   kita menghadapi dengan segala perbedaan yang ada oleh sesama kita. Dalam sebuah hubungan persahabatan kita perlu memunculkan rasa menerima dan memahamai perbedaan yang muncul. Nilai sebuah kata ‘sahabat’ akan terlihat apabila telah muncul penerimaan dan kesetiaan. Kedua hal ini tidak dapat  terpisahkan. Kesetiaan akan bertahan apabila telah ada penerimaan. Menerima sebuah hubungan memunculkan suatu ‘chemistry’ yang kuat antara yang satu dengan yang lain. Ketika yang satu terluka, maka yang lain akan ikut merasakan, dan ketika yang lain bahagia, maka yang lain juga akan ikut bersukacita. Karena persahabatan itu saling membutuhkan, bukan saling mementingkan diri sendiri. Teladan ini pun dapat terlihat dalam diri Tuhan Yesus, yang menjadi sahabat sejati orang-orang percaya, yang mau menerima Dia, dan membuat Yesus menjadi sahabatnya,

BACA ARTKEL LAINNYA :  Ujian Akhir Semester Genap 2019/2020

Maka, membangun sebuah hubungan persahabatan dengan kasih adalah sebuat komitmen besar yang perlu sebuah pembuktian kokoh dalam diri sendiri melalui penerimaan dan kesadaran dalam hubungan yang baik, dan perlu dipertanggungjawabkan, serta perlu juga adanya penerimaan diri sendiri dan menerima pribadi orang lain. Dengan demikian hidup sebagai seorang yang memiliki pribadi Yesus pastinya akan menjadi sahabat yang penuh tanggung jawab juga.

Nats: Amsal 17:17 “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran”

Motto: sahabatku identitasku, dan perjuanganku yang dikemukan di dalam kasih Kristus

-By Febernila Zalukhu-

Febernila Zalukhu

Baca Juga : Berita Diakonos Mei 2022

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *