Hidup Yang Berhasil Adalah Rencana Tuhan

Hidup Yang Sukses Merupakan Jalan Tuhan

Ayub 42: 2

“Aku tau bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”

Ketika saya melihat jam tangan yang dipakai oleh seorang penulis naskah-naskah rohani, membuat saya sangat menginginkan jam tangan itu. Namun, karena harganya yang mahal, saya pun mengurungkan niat untuk membelinya. Walaupun demikian, saya terus mengamati informasi tentang jam tangan tersebut di media sosial. Ternyata produk itu memberikan garansi selama 2 tahun apabila mengalami kerusakan, dan akan menjadi seperti baru kembali setelah diperbaiki, meskipun jam tangan itu sudah dipakai lama. Hal ini meingingatkan saya tentang karya Tuhan bagi hidup orang percaya. Mari kita melihat dalam Ayub 42:2a, ”Aku tau bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu”. Hal ini berarti bahwa Allah dapat melakukan segala sesuatu. Di dalam hidup kita, Tuhan yang menciptakan, Tuhan juga punya kuasa penuh untuk memperbaikinya, mau seperti apapun kita. Bagian yang harus kita miliki adalah tunduk dalam rencana Allah.

BACA ARTKEL LAINNYA :  Seminar Proposal Penelitian STT Diakonos
Hidup Yang Berhasil Adalah Rencana Tuhan
Hidup Yang Berhasil Adalah Rencana Tuhan

Allah adalah Alfa dan Omega

Allah adalah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir. Ketika Allah menciptakan kita, Allah sudah mengetahui segala sesuatunya tentang kita dan merancangkan masa depan kita. Setiap kita diciptakan Allah untuk tujuan tertentu yang DIA kehendaki, maka dari itu Allah memakai kita masing-masing untuk tujuan-Nya yang mulia. Namun, cara Allah memanggil kita dan memperbaiki kita akan berbeda-beda. Hanya Allah satu-satunya, yang tahu bagaimana cara agar kita bisa mencapai tujuan-Nya. Maka, Allah yang menciptakan, Allah juga lah yang memperbaiki hidup kita untuk kita bisa kembali ke tujuan Allah yang semula. Tidak ada rencana Allah yang gagal.

Hidup Yang Berhasil Adalah Rencana Tuhan

Tukang periuk mempunyai keahlian untuk membuat periuk yang bagus. Namun, untuk membuat sebuah periuk pasti banyak tantangannya. Entah periuknya rusak, penyok, sehinggas tukang periuk itu harus mengerjakan kembali menjadi produk lain yang indah menurut pandangannya. Ayub 42:6, ”Tuhan adalah tukang periuk dan kita adalah bejana-Nya. Tuhan sanggup bertindak kepada kita seperti tukang periuk. Tuhan telah ber-Firman “Hai kaum Israel, demikianlah Firman Tuhan. sungguh seperti tanah liat ditangan tukang periuk, demikianlah kamu ditangan-Ku hai kaum Israel. Di tengah proses, Ayub tidak keluar dari jalan Tuhan, namun tetap melekat kepada-Nya. Janji Tuhan ya dan Amin. Tuhan memberkati Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaan-Nya dahulu. Tetaplah taat kepada Tuhan karena ketaatan kita akan membawa berkat, dan “hidup yang berhasil” adalah kehendak Tuhan bagi kita semua.

BACA ARTKEL LAINNYA :  UTS Genap STT Diakonos 2018

Penulis: Wiwit Indrawati

Baca Juga : Buletin Diakonos Mei 2022

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *